![]() |
Mars menjelang oposisi di Dieng Scotter pada 3 Mei 2016. Kredit: Martin Marthadinata. |
Berbeda dengan fenomena langit di Indonesia tahun lalu yang berisi gerhana matahari total hingga gerhana bulan penumbral. Maka fenomena langit di Indonesia tahun 2017 hanya berisi satu gerhana bulan sebagian dengan persentase yang cukup minim tanpa ada gerhana matahari sama sekali. Jadi sepertinya tahun ini memang bukan tahun untuk berburu gerhana di Indonesia.
Baca juga: Gerhana Matahari dan Bulan Tahun 2017
Fenomena yang cukup menarik pada tahun 2017 salah satunya adalah Venus yang akan terlihat sebagai bintang putih terang saat senja dan fajar. Venus bisa terlihat di langit barat saat senja hingga Maret 2017 dan setelah itu akan berpindah ke langit timur saat fajar hingga selesai tahun 2017. Jadi dalam satu tahun ini Venus bisa terlihat di dua sisi langit yang berbeda. Menemukan bintang terang berlatar langit yang menjingga dengan sesekali dihiasi bulan sabit tentu akan menarik.
Dari ulasan tadi maka berikut adalah detail dari peristiwa astronomis yang bisa terlihat di Indonesia selama tahun 2017. Semua fenomena akan bisa disaksikan dari seluruh Indonesia dengan mata telanjang kecuali ada catatan khusus yang disebutkan. Jadi, mari kita mulai membuat agenda pengamatan di Indonesia untuk tahun 2017!
Selasa, 3 Januari 2017 - Hujan Meteor Quadrantid
Quadrantid
akan menjadi hujan meteor yang pertama menghiasi langit Indonesia tahun
ini. Puncak Quadrantid berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang
matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 40 meteor per jam akan melesat
dari arah Rasi Bootes di langit utara. Bulan fase sabit akan tenggelam
sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan tidak akan mengganggu
pengamatan.
Kamis, 12 Januari 2017 - Venus di Barat saat Senja
Venus
mulai terlihat di langit barat saat senja pada Juli 2016 dan akan
mencapai posisi tertingginya pada senja hari ini. Dengan ketinggian
hingga 47 derajat dari horison Venus akan sangat mudah untuk ditemukan.
Jika diamati dengan mata telanjang Venus akan terlihat sebagai bintang
putih terang. Setelah ini posisi Venus akan menurun dengan cepat hingga
mulai tenggelam dan berpindah ke langit timur saat fajar pada Maret
2017.
Senin, 20 Maret 2017 - Vernal Equinox
Matahari
akan singgah di titik vernal equinox atau perpotongan garis ekliptik
dan ekuator dalam pergerakannya ke utara. Karena berada di ekuator maka
Matahari akan menyinari seluruh belahan bumi secara merata sehingga
durasi siang dan malam akan sama di seluruh dunia. Selain itu vernal
equinox menandakan datangnya musim semi di belahan bumi utara dan musim
gugur di belahan bumi selatan. Sedangkan di Indonesia akan memasuki
musim kemarau.
Sabtu, 8 April 2017 - Oposisi Jupiter
Oposisi
Jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berada berurutan. Karena
Bumi ada di antara Matahari dan Jupiter maka keduanya akan terlihat di
arah berseberangan. Yaitu Jupiter di langit timur saat senja, di
meridian saat tengah malam, dan di langit barat saat fajar. Dengan
begitu Jupiter akan terlihat sepanjang malam sehingga ini menjadi waktu
terbaik untuk mengamatinya. Dengan mata telanjang Jupiter akan terlihat
sebagai bintang putih terang.
Sabtu, 22 April 2017 - Hujan Meteor Lyrid
Lyrid
adalah hujan meteor pertama pada musim kemarau di Indonesia sehingga
lebih mungkin teramati tanpa gangguan awan. Puncak Lyrid berlangsung
mulai tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan
sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Lyra di langit
utara. Pengamatan Lyrid akan semakin menarik dengan keberadaan Bulan
fase sabit di langit timur setelah tengah malam.
Jum'at, 5 Mei 2017 - Hujan Meteor Eta Aquarid
Dua
pekan setelah Lyrid akan berlangsung Eta Aquarid dengan itensitas lebih
tinggi. Puncak Eta Aquarid berlangsung mulai tengah malam hingga
menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 60 meteor per jam akan
melesat dari arah Rasi Aquarius di langit timur. Bulan fase cembung akan
terbenam tidak lama setelah tengah malam sehingga mulai waktu itu
pengamatan akan ideal tanpa gangguan cahaya bulan.
Kamis, 11 Mei 2017 - Minimoon
Mini
moon adalah kebalikan dari super moon. Dimana mini moon terjadi ketika
Bulan mencapai fase purnama di titik terjauh dari Bumi atau apogee.
Karena sedang berada jauh maka mini moon akan terlihat sedikit lebih
kecil dan redup. Mini moon kali ini merupakan yang paling kecil dan
redup kedua pada tahun ini. Mini moon ini bisa diamati sepanjang malam
antara Rabu-Kamis, 10-11 Mei 2017 di seluruh Indonesia.
Minggu, 28 Mei 2017 - Istiwa' Adhom
Pada
hari ini pukul 16:18 WIB Matahari akan tepat berada di atas Ka'bah,
kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap Matahari ataupun mengikuti
arah pangkal bayangan benda tegak akan mengarah tepat ke arah kiblat.
Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan bagi umat muslim untuk
mengoreksi arah kiblat supaya benar-benar tepat mengarah ke Ka'bah.
Peristiwa ini akan kembali terulang pada 16 Juli 2016.
Sabtu, 3 Juni 2017 - Venus di Timur saat Fajar
Venus
mulai terlihat di langit timur saat fajar pada Maret 2017 dan akan
mencapai posisi tertingginya pada fajar hari ini. Dengan ketinggian
hingga 46 derajat dari horison Venus akan sangat mudah untuk ditemukan.
Jika diamati dengan mata telanjang Venus akan terlihat sebagai bintang
putih terang. Setelah ini posisi Venus akan menurun dengan lambat hingga
mulai tenggelam dan berpindah ke langit barat saat senja pada Januari
2018.
Kamis, 15 Juni 2017 - Oposisi Saturnus
Setelah
Jupiter, kini giliran Saturnus yang akan beroposisi. Karena Bumi ada di
antara Matahari dan Saturnus maka keduanya akan terlihat di arah
berseberangan. Yaitu Saturnus di langit timur saat senja, di meridian
saat tengah malam, dan di langit barat saat fajar. Dengan kata lain
Saturnus akan terlihat sepanjang malam sehingga ini menjadi waktu
terbaik untuk mengamatinya. Dengan mata telanjang Saturnus akan terlihat
sebagai bintang putih terang.
Jum'at, 9 Juli 2017 - Minimoon
Mini
moon kembali terjadi sehingga bulan purnama akan terlihat sedikit lebih
kecil dan redup. Mini moon kali ini merupakan yang paling kecil dan
redup pada tahun ini. Mini moon yang lebih kecil dan redup dibanding
kali ini baru akan terjadi pada 22 Oktober 2029 atau sekitar 12 tahun
mendatang. Mini moon ini bisa diamati sepanjang malam antara
Jum'at-Sabtu, 9-10 Juli 2017 di seluruh Indonesia.
Jum'at, 28 Juli 2017 - Hujan Meteor Delta Aquarid
Setelah
Eta Aquarid, kini giriran meteor-meteor dari Delta Aquarid yang akan
melesat dari arah Rasi Aquarius. Puncak Delta Aquarid berlangsung mulai
tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20
meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Aquarius di langit zenit.
Bulan fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya
bulan tidak akan mengganggu pengamatan.
Selasa, 8 Agustus 2017 - Gerhana Bulan Sebagian
Ini
adalah satu-satunya gerhana yang bisa teramati di seluruh Indonesia
tahun ini. Gerhana bulan kali ini terjadi ketika sebagian piringan Bulan
bagian selatan akan memasuki bayangan umbra Bumi. Sehingga piringan
bulan bagian selatan akan terlihat berubah warna menjadi merah redup.
Gerhana bulan sebagian akan berlangsung antara pukul 00:22-02:18 WIB.
Puncak gerhana bulan sebagian terjadi pukul 01:21 WIB dengan persentase
24% bagian Bulan tergerhanai.
Minggu, 13 Agustus 2017 - Hujan Meteor Perseid
Jika
biasanya Perseid menjadi hujan meteor terbaik maka mungkin tidak tahun
ini. Sebabnya karena Bulan fase cembung akan bersinar cukup terang
setelah tengah malam hingga matahari terbit. Sedangkan puncak Perseid
berlangsung pada waktu yang sama mulai tengah malam hingga menjelang
matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 90 meteor per jam akan melesat
dari arah Rasi Perseus di langit utara. Tapi karena gangguan cahaya
bulan maka jumlah meteor yang akan terlihat bisa jadi lebih kecil dari
itu.
Sabtu, 23 September 2017 - Autumnal Equinox
Kebalikan
dari vernal equinox, Matahari akan singgah di titik autumnal equinox
atau perpotongan garis ekliptik dan ekuator dalam pergerakannya ke
selatan. Karena berada di ekuator maka Matahari akan menyinari seluruh
belahan bumi secara merata sehingga durasi siang dan malam akan sama di
seluruh dunia. Selain itu autumnal equinox menandakan datangnya musim
gugur di belahan bumi utara dan musim semi di belahan bumi selatan.
Sedangkan di Indonesia akan memasuki musim hujan.
Sabtu, 21 Oktober 2017 - Hujan Meteor Orionid
Orionid
adalah hujan meteor pertama pada musim hujan di Indonesia sehingga
lebih mungkin terganggu oleh awan. Puncak Orionid berlangsung mulai
tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 20
meteor per jam akan melesat dari arah Rasi Orion di langit zenit. Bulan
fase sabit akan tenggelam sebelum tengah malam sehingga cahaya bulan
tidak akan mengganggu pengamatan.
Sabtu, 4 November 2017 - Supermoon
Jika
pada kesempatan lalu sudah ada mini moon maka kini giliran super moon.
Super moon terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di titik terdekat
dari Bumi atau perigee. Karena sedang berada dekat maka super moon akan
terlihat sedikit lebih besar dan terang. Super moon kali ini merupakan
yang paling besar dan terang kedua pada tahun ini. Super moon ini bisa
diamati sepanjang malam antara Sabtu-Minggu, 4-5 November 2017 di
seluruh Indonesia.
Minggu, 3 Desember 2017 - Supermoon
Super
moon kembali terjadi sehingga bulan purnama akan terlihat sedikit lebih
besar dan terang. Super moon kali ini merupakan yang paling besar dan
terang pada tahun ini. Super moon yang lebih besar dan terang dibanding
kali ini baru akan terjadi tahun depan pada 2 Januari 2018. Super moon
ini bisa diamati sepanjang malam antara Minggu-Senin, 3-4 Desember 2017
di seluruh Indonesia.
Kamis, 14 Desember 2017 - Hujan Meteor Geminid
Geminid
akan menjadi hujan meteor yang terakhir menghiasi langit Indonesia
tahun ini. Puncak Geminid berlangsung mulai tengah malam hingga
menjelang matahari terbit. Diperkirakan sebanyak 120 meteor per jam akan
melesat dari arah Rasi Gemini di langit barat. Pengamatan Geminid akan
semakin menarik dengan keberadaan Bulan fase sabit di langit timur
setelah tengah malam.sumber: Kalastro.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar