Halaman Ini berisi tentang Informasi2 tentang Astronomi terkait kejadian alam yang berada di luar angkasa maupun kejadian di bumi. Sehingga membantu masyarakat mengetahui dengan jelas kapan terjadinya suatu peristiwa, sehingga dapat menikamti fenomena2 langka yang terjadi dilangit maupun di bumi.
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Astronomis 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Astronomis 2015. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015

Fenomena Astronomis Bulan Desember 2015


Di bulan desember ini akan ada banyak fenomena astronomis cantik seperti hujan meteor, dan konjungsi-konjungsi bulan planet,dll. Pada tanggal apa saja fenomena tersebut akan terjadi, berikut ulasannya:

2 = Konjungsi Bulan – Regulus bisa disaksikan mulai pukul 23.30 – 05.00 waktu setempat.

3 = Fase Bulan Separuh Akhir

4 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 00.30 – 05.00 waktu setempat.

6 = Konjungsi Bulan – Mars bisa disaksikan mulai pukul 02.00 – 05.00 waktu setempat (timur).

7 = Konjungsi Bulan – Spica bisa disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat (timur).

8 = Konjungsi Bulan – Venus bisa disaksikan mulai pukul 03.00 – 05.00 waktu setempat (timur).

11 = Fase Bulan Baru

13 & 14 = Puncak Hujan Meteor Geminids (120 meteor/jam)
Geminids adalah hujan meteor terakhir pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 7 s/d 17 Desember 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 120 meteor tiap jam. Meteor-meteor Geminids akan terlihat melesat dari arah rasi Gemini yang berada di barat waktu dini hari hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang sedang fase sabit awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

18 = Fase Bulan Separuh Awal

21 = Winter Solstice
Merupakan titik balik matahari dibelahan bumi selatan yang menandakan masuknya musim dingin dibelahan bumi utara dan musim panas dibelahan bumi bagian selatan, untuk wilayah Indonesia peristiwa ini bisa diamati dengan jelas dimana Matahari terlihat condong kearah selatan dan juga pertanda masuknya musim penghujan di indonesia.

23 = Konjungsi Bulan – Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 03.00 waktu setempat.

25 = Bulan Purnama (375.000 km).

29 = Elongnasi Merkurius, dimana merkurius berada pada titik tertingginya diarah barat saat senja bisa disaksikan mulai pukul 18.30 – 19.00 waktu setempat.

31 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 23.00 – 05.00 waktu setempat.

PLANET DI BULAN DESEMBER :

-          Venus, pukul 03.00 – 05.00 arah timur mag.semu (-3,6)

-          Mars, pukul 02.00 – 05.00 arah timur mag.semu (1,6)


-          Jupiter, pukul 00.00 – 05.00 arah timur mag.semu (-1,5)

Sabtu, 31 Oktober 2015

FENOMENA ASTRONOMIS BULAN NOVEMBER 2015


3 = Fase Bulan Separuh akhir

3 = Puncak Konjungsi Venus – Mars dapat disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur.

5 = Konjungsi Bulan – Regulus dapat disaksikan mulai pukul 00.30 – 05.00 waktu setempat arah timur.

7 & 8 = Formasi vertikal cantik antara Jupiter – Bulan – Mars – Venus
Dimana keempat objek ini akan terlihat cantik membentuk formasi vertikal diarah timur menjelang matahari terbit bisa disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat. Untuk yang tanggal 8 posisi bulan sudah berpindah yakni dibawah planet Venus.

12 = Fase Bulan Baru

18 = Puncak Hujan Meteor Leonids 20 meteor/jam
Hujan meteor Leonids berlangsung antara tanggal 10 s/d 23 November 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Leonids akan terlihat melesat dari arah rasi Leo yang berada di timur setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang menjelang fase kuartir awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

19 = Fase Bulan Separuh Awal

26 =  Fase Bulan Purnama

Penampakan Planet – Planet di Bulan November 2015
Venus : 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (-4)
Mars : 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (+1)
Jupiter : 02.00 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (-1)

Ket:
Semakin kecil nilai magnitudo semu maka semakin terang penampakan sebuah planet.

Sabtu, 29 Agustus 2015

"Fenomena Astronomis September 2015"

Tadi malam merupakan bulan purnama terdekat ke-2 tahun 2015 ini, dan dibulan september nanti merupakan puncak terdekatnya bulan purnama tahun 2015 ini. Selain itu banyak fenomena cantik yang lain berikut ulasannya. Dibaca sampai selesai yaa jangan malas membaca, jangan lupa catat tanggalnya juga 
smile emotikon
4 = Elongasi Merkurius, dimana merkurius akan terlihat tinggi diufuk barat saat senja bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 19.00 waktu setempat.
4 = Konjungsi Bulan - Aldebaran, bisa disaksikan mulai pukul 23.30 - 05.00 waktu setempat.
10 = Konjungsi Bulan - Venus, bisa disaksikan mulai pukul 04.00 - 05.00 arah timur waktu setempat.
11 = Konjungsi Bulan Mars bisa disaksikan mulai pukul 04.30 - 05.00 arah timur waktu setempat.
13 = Fase Bulan Baru
13 = Gerhana Matahari Sebagian, 
Gerhana ini bisa disaksikan dinegara-negara bagian afrika selatan, dan antartika. Gerhana maximum akan mencapai intensitas 60% dikawasan antartika. Wilayah Indonesia tidak bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian ini, sabar menunggu 9 maret 2016 aja.*
15 = Konjungsi Bulan Merkurius, bisa disaksikan diarah barat mulai pukul 18.00 - 19.00 waktu setempat.
19 = Konjungsi Bulan - Saturnusbisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 21.00 waktu setempat.
23 = Autumnal Equinox Atumnal equinix adalah saat dimana Matahari berada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya berada di utara ekuator. Pada hari ini Matahari tepat berada di khatulistiwa sehingga panjang siang dan malam di seluruh dunia sama 12 jam. Autumnal equinix juga menandakan akan datangnya bergantinya musim kemarau dengan musim hujan di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi utara menandakan akan datangnya musim gugur dan di belahan bumi selatan menandakan datangnya musim semi.
28 = Gerhana Bulan TotalGerhana bulan total akan terjadi lagi namun kali ini tidak terliat dari Indonesia, dikarenakan saat terjadinya gerhana wilayah Indonesia masih siang. Gerhana ini bisa disaksikan dari kawasan benua amerika sebelum tengah malam, untuk benua Eropa dan Afrika selepas tengah malam, dan negara-negara di Timur Tengah menjelang shubuh. Istimewanya GBT ini bertepatan dengan SuperMoon dimana fase totalitas akan berlangsung selama 1 jam.*
28 = Puncak Bulan Purnama Perigee 356.000 km (terdekat ke-1)
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Kali ini Bulan berdiamater sudut hingga 33,47 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang selama tahun 2015 dikenal dengan istilah SUPERMOON. Bulan purnama yang lebih besar dan terang dari ini baru akan terjadi pada 14 November 2016. Pemandangan bulan purnama yang besar dan terang tentu akan sangat mempesona untuk disaksikan.
PLANET-PLANET YANG TERLIHAT DI SEPTMBER 2015
- Merkurius = 18.00 - 19.00 mag.semu 0,44 (barat)
- Venus = 04.00 - 05.00 mag.semu -4,03 (timur)
- Mars = 04.30 - 05.00 mag.semu 1,98 (timur)
- Jupiter = 04.45 - 05.00 mag.semu -1,24 (timur)
- Saturnus = 18.00 - 21.00 mag.semu 0,70 (barat)
KETERANGAN:
- semakin kecil nilai magnitudo semu maka planet akan semakin terang.
* Semua gerhana di bulan september ini tidak bisa disaksikan dari Indonesia jika ingin melihat bisa Streaming di http://live.slooh.com/
Itulah prediksi fenomena yang akan terjadi dibulan september ini semoga kita semua diberi kesempatan menyaksikan semua keindahan ciptaan-NYA. Amiinn :

Selasa, 28 Juli 2015

FENOMENA ASTRONOMIS BULAN AGUSTUS 2015



Selamat Datang bulan Agustus 2015, dibulan ini banyak fenomena-fenomena langit yang akan terjadi dan memanjakan kita semua. Diantaranya ada hujan meteor terbaik, bulan purnama perige, dll. Berikut ulasan fenomena yang akan terjadi, catat tanggalnya ya :

2 = Waning Gibbous Perigee / Fase Bulan Cembung Akhir terdekat dengan jarak 362.135 km

9 = Konjungsi Bulan - Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 01.30 - 05.00 waktu setempat.

13 = Konjungsi Bulan - Mars bisa disaksikan mulai pukul 05.00 - 05.15 waktu setempat arah timur.

13-14 = Hujan Meteor Perseids 100 meteor/jam
Inilah hujan meteor terbaik tahun 2015. Puncaknya yang berada di tengah musim kemarau dan Bulan menjelang fase baru akan membuat langit malam cerah dan gelap gulita sehingga meteor-meteor redup sekalipun terlihat jelas. Diperkirakan Perseids yang tercatat sebagai hujan meteor paling banyak menghasilkan fireball ini akan menghasilkan hingga 100 meteor tiap jam saat puncak. Meteor-meteor Perseids akan terlihat melesat dari arah rasi Perseus yang berada di timur laut setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Hujan meteor Perseids berlangsung antara tanggal 17 Juli s/d 24 Agustus 2015.

14 = Fase Bulan Baru

15 = Konjungsi Venus-Matahari, setelah beberapa hari kedepan sang kejora akan terlihat lagi sebagai bintang fajar diarah timur.

16 = Konjungsi Bulan - Merkurius bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 19.00 waktu setempat arah barat.

19 = Konjungsi Bulan - Spica bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 21.00 waktu setempat.

22 = Konjungsi Bulan - Saturnus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 23.30 waktu setempat.

23 = Konjungsi Bulan - Antares bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 23.30 waktu setempat.

30 = Bulan Purnama Perigee (terbesar ke-2)
Kebalikan dari bulan purnama apogee, bulan purnama perigee terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan jaraknya yang lebih dekat, maka bulan purnama perigee akan terlihat lebih besar dan terang. Bulan purnama perigee kali ini berdiamater sudut 33,27 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-2 selama tahun 2015.







Sabtu, 27 Juni 2015

FENOMENA ASTRONOMIS JULI 2015


Di Bulan Juli ini, banyak fenomena-fenomena astronomis yang menarik diantaranya super konjungsi, istiwa adhom, trio konjungsi, hujan meteor, dll. Tanggal berapa peristiwa itu akan terjadi berikut ulasannya:

TANGGAL

1 = Super Konjungsi Venus – Jupiter 18.00 – 20.30
Super Konjungsi Venus – Jupiter, dimana kedua planet tercantik dilangit malam ini akan terlihat sangat dekat sekali dengan jarak kurang dari 1’ derajat. Keduanya akan terlihat mesra dilangit bagian barat mulai pukul 18.00 s/d 20.30 waktu setempat, magnitudo semu Venus sekitar -4,2 sedangkan Jupiter -1,8 keduanya tampak mempesona jika diamati dengan kasat mata. Fenomena ini akan terulang kembali pada tanggal 26 Oktober 2015 nanti.

2 = Bulan Purnama

7 = Bumi Aphelion
Dimana bumi berada pada jarak terjauhnya dengan Matahari sekitar 1,01668 SA

13 = Konjungsi Bulan – Aldebaran
Bisa disaksikan mulai pukul 03.00 – 05.00 waktu setempat.

16 = Istiwa Adhom (Koreksi Arah Kiblat)
16 Juli pukul 16:28 WIB, 17.28 WITA Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat.

16 = Ijtimak (Penentuan Awal Syawwal) 
Diprediksi ketinggian hilal saat matahari terbenam sekitar 2’ derajat diatas ufuk dimana tanggal 17 Juli 2015 sudah masuk hari raya Idul Fitri 1 Syawwal 1436 H. Namun demikian harus menunggu sidang isbat oleh pemerintah terlebih dahulu.

18 = Trio Konjungsi Bulan – Venus – Jupiter
Fenomena cantik akan terulang kembali sama seperti bulan juni lalu yakni Trio Konjungsi Bulan-Venus-Jupitern namun penampakan kali ini cenderung lebih singkat hanya 1 jam saja sekitar pukul 18.00 – 19.00 waktu setempat arah barat.

23 = Konjungsi Bulan – Spica 
Bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 23.00 waktu setempat.

26 = Konjungsi Bulan – Saturnus 
Bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 01.30 waktu setempat

28-29 = Puncak Hujan Meteor Delta Aquarids
Hujan meteor Delta Aquarids berlangsung antara tanggal 8 Juli s/d 19 Agustus 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Delta Aquarids akan terlihat mulai pukul 20.00 – 05.00 waktu setempat, humet melesat dari arah rasi Aquarius yang berada tepat di atas pada waktu dini hari. Sayangnya Bulan yang menjelang purnama akan cukup terang dan menggangu terlihatnya meteor-meteor redup kala pengamatan.

31 = Blue Moon
Blue Moon disini hanya istilah saja, maksudnya adalah merupakan Bulan Purnama ke-2 dalam 1 bulan dibulan juli ini yang sebelumnya terjadi tanggal 2 Juli. Kenapa disebut Blue Moon karena pada waktu dulu fenomena yang sama sekitar abad 18 terlihat bulan purnama ke-2 dalam 1 bulan terlihat berwarna kebiruan ini terjadi karena pada saat itu ada polusi akibat abu gunung meletus akibatnya masyarakat menyebutnya blue moon.

PLANET – PLANET DI BULAN JULI 2015

-          VENUS, 18.00 – 20.00 waktu setempat arah barat magnitudo semu -4,0
-          JUPITER, 18.00 – 19.30 waktu setempat arah barat magnitudo semu -1,8
-          SATURNUS, 18.00 – 02.00 waktu setempat magnitudo semu +0,75

Rabu, 29 April 2015

FENOMENA ASTRONOMIS MEI 2015



Bulan Mei akan segera tiba, apa saja fenomena astronomis dibulan mei 2015 ini, berikut ulasannya dari kami. Jangan lupa catat tanggal-tanggalnya yaa :

2 = Konjungsi Bulan - Spica disaksikan mulai pukul 18.00 - 04.000 waktu setempat, spica merupakan bintang terang di rasi virgo.

4 = Fase Bulan Purnama

5 = Konjungsi Bulan - Saturnus disaksikan mulai pukul 19.00 - 05.00 waktu setempat.

6-8 = Puncak Hujan Meteor Eta-Aquarids, hujan meteor ini bisa disaksikan mulai pukul 01.00 - 05.00 waktu setempat arah langit bebas/sesuai kenyamanan. Humet ini bisa menghasilkan setidaknya 60 meteor/jam, sayangnya puncak hujan meteor eta-aquarids ini akan terganggu cahaya bulan fase diseparuh akhir.

7 = Elongnasi Merkurius, Merkurius mencapai sudut terjauhnya dari matahari dan akan terlihat tinggi diatas horison barat sekitar 12'. disaksikan mulai pukul 18.00 - 18.30 waktu setempat.

18 = Fase Bulan Baru (Mati)

21 = Konjungsi Bulan Venus disaksikan mulai pukul 18.00 - 20.00 waktu setempat arah barat.

22 = Oposisi Saturnus, dimana Matahari-Bumi-Saturnus akan segaris lurus sehingga jika kita amati dari teleskop saturnus tampak purnama, dan juga merupakan puncak kecerlangan venus tahun ini dengan magnitudo semunya 0.

24 = Konjungsi Bulan - Jupiter disaksikan mulai pukul 18.00 - 22.00 waktu setempat.

25 = Konjungsi Bulan - Regulus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 22.00

28 = Istiwa' Adhom
28 Mei pukul 16:18 WIB, 17.18 WITA Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.
29 = Konjungsi Bulan - Spica disaksikan mulai pukul 18.00 - 02.00 waktu setempat.

PLANET-PLANET YANG TERLIHAT BULAN MEI 2015:

-> MERKURIUS = 18.00 - 18.30 arah barat, mag.semu 0,50
-> VENUS = 18.00 - 20.00 arah barat, mag.semu -3,40
-> JUPITER = 18.00 - 23.00 arah zenith-barat, mag.semu -1,50
-> SATURNUS = 19.00 - 05.00 arah timur-barat, mag.semu 0,20

KET: Semakin kecil magnitudo semu sebuah planet maka semakin terang.

Selasa, 24 Maret 2015

“FENOMENA ASTRONOMI BULAN APRIL”



Selamat Datang Bulan April, dimana pada bulan ini ada fenomena yang istimewa dari biasanya dan langka yakni gerhana bulan total. Selain itu masih banyak lagi fenomena yang bisa disaksikan pada bulan april ini berikut diantaranya:

TANGGAL

4= Gerhana Bulan Total, Fenomena gerhana ini akan menjadi pembuka fenomena astronomi dibulan april ini, gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari kawasan Amerika Utara, Oceania, Selandia Baru, Australia, Asia Timur, dan Asia Tenggara termasuk wilayah Indonesia.  Waktu terjadinya gerhana bulan total di Indonesia yaitu 17.15 – 20.45 WIB, 18.15 – 21.45 WITA, 19.15 – 22.45 WIT, sesuaikan waktu daerah kalian masing-masing. Gerhana Bulan Total ini merupakan yang tersingkat fase totalnya diantara ke-4 gerhana bulan tetrad yang berurutan antara tahun 2014-2015. Semoga cuaca cerah saat pengamatan nantinya.

4= Bulan Purnama, ya setelah gerhana bulan total selesai bulan akan nampak purnama kembali jadi satu paket bersama gerhana bulan.

5= Konjungsi Bulan – Spica bisa disaksikan mulai pukul 19.00 – 05.00 waktu setempat, spica adalah bintang terang pada rasi Virgo.

8= Konjungsi Trio Bulan – Antares  – Saturnus bisa disaksikan mulai pukul 21.30 – 05.00 waktu setempat.

19= Fase Bulan Baru

21= Konjunsgi Bulan – Venus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 19.30 waktu setempat arah barat langit.

22-23= Puncak Hujan Meteor Lyirids, fenomena ini bisa mulai disaksikan pada tanggal 16 s/d 25 April 2015, dan puncaknya terjadi pada tanggal 22-23 april yang akan menghasilkan meteor sekitar 20 meteor/jamnya, waktu pengamatan dimulai pukul 00.00 – 05.00 waktu setempat arah utara atau bebas sesuai kenyamanan karena meteor bisa terlihat dari mana saja, dan pastikan cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya untuk melihat hujan meteor.

26= Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 23.00 waktu setempat.

27= Konjungsi Bulan – Regulus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 00.00 waktu setempat. Regulus merupakan bintang terang pada rasi Leo.

PLANET – PLANET YANG TERLIHAT DI BULAN APRIL 2015:

-          Venus, pukul 18.00 – 19.30 waktu setempat mag.semu -3,55 arah barat.
-          Jupiter, pukul 18.00 – 23.00 waktu setempat mag.semu -1,80 arah diatas kepala.

-          Saturnus, pukul 21.30 – 05.00 waktu setempat mag.semu +0,42 arah timur – zenith.

Senin, 23 Februari 2015

Fenomena Astronomi Bulan Maret 2015



Tanggal:

3 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 04.00 waktu setempat.

4 = Konjungsi Bulan - Regulus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 04.00 waktu setempat, regulus bintang terang dirasi leo.

5 = Bulan Purnama Apogee, merupakan jarak terjauhnya antara bumi-bulan saat purnama ditahun 2015 dengan jarak terjauhnya sekitar 350.000 km bisa disebut juga MiniMoon Purnama.

8 = Konjungsi Bulan – Spica bisa disaksikan  mulai pukul 20.30 – 05.00 waktu setempat, spica adalah bintang terang di rasi virgo.

12 = Konjungsi Bulan – Saturnus bisa disaksikan  mulai pukul 23.30 – 05.00 waktu setempat.

19 = Konjungsi Bulan – Merkurius bisa disaksikan mulai pukul 05.00 – 05.30 waktu setempat.

20 = Gerhana Matahari Total, wilayah yang beruntung menyaksikan fenomena langka ini adalah di daerah belahan bumi bagian utara, selengkapnya baca penjelasannya disini : http://astronomiinfo.blogspot.com/2014/12/jadwal-gerhana-tahun-2015.html

21 = Titik Kluminasi, Matahari akan mengalami titi baliknya digaris 0’ khatulistiwa dimana wilayah yang berada digaris khatulistiwa akan mengalami hari tanpa bayangan tepat tengah hari. Selain itu ini dimulainya peralihan musim semi dibelahan bumi utara dan musim gugur dibelahan bumi selatan, dan juga waktu siang dan malam seluruh dunia sama saat matahari terbit tenggelamnya.

25 = Konjungsi Bulan – Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 21.30 waktu setempat, Aldebaran adalah bintang terang dirasi taurus.

30 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan  mulai pukul 18.00 – 02.00 waktu setempat.

31 = Konjungsi Bulan - Regulus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 03.30 waktu setempat, Regulus adalah bintang terang dirasi leo.

Penampakan Planet Bulan Maret 2015

        - Merkurius, pukul 05.00 – 05.30 mag.semu -0,60 arah timur.

        - Venus, pukul 18.00 – 19.30 mag.semu -3,45 arah barat.

        - Mars, pukul 18.00 – 19.00 mag.semu +1,50 arah barat.

        - Jupiter, pukul 18.00 – 03.00 mag.semu -2,00 timur-barat.

        - Saturnus, pukul 23.30 – 05.00 mag.semu +0,60 timur-zenith.

        Ket: semakin kecil nilai magnitudo semu maka semakin terang objek tersebut sehingga paling mudah diamati dari bumi.



Kamis, 29 Januari 2015

"FENOMENA LANGIT BULAN FEBRUARI 2015"



Tak kerasa sebentar lagi akan memasuki bulan Februari 2015, akan ada apa saja peristiwa langit dibulan februari nanti berikut ulasannya dan jangan lupa catat tanggalnya biar nggak lupa:
-> 3 Februari, Bulan Purnama
-> 4 Februari, Konjungsi Bulan - JupiterFenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 05.00 waktu setempat.
-> 5 Februari, Konjungsi Bulan - Regulus, bisa disaksikan mulai pukul 19.00 - 05.00 waktu setempat, Regulus adalah bintang terang pada rasi Leo.
-> 7 Februari, Oposisi Jupiter. 
Merupakan fenomena dimana Matahari-Bumi-Jupiter berada segaris lurus, permukaan terang keseluruhan dari jupiter akan terlihat jika diamati dengan teleskop dan merupakan puncak kecerlangan jupiter tahun ini dengan magnitudo semu -2,10 bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 05.00 pergerakan dari (timur-barat).
-> 9 Februari, Konjungsi Bulan - Spica, bisa disaksikan mulai pukul 22.30 - 05.00 waktu setempat, Spica adalah bintang terang pada rasi Virgo.
-> 13 Februari, Konjungsi Bulan - Saturnus. Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 00.00 - 05.00 waktu setempat.
-> 17 Februari, Konjungsi Bulan - Merkurius. Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 04.00 - 05.00 waktu setempat arah timur langit.
-> 21 Februari, Konjungsi Trio Bulan - Mars - Venus, Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 19.00 waktu setempat arah barat langit.
-> 22 Februari, Konjungsi terdekat Mars - Venus, fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 19.00 arah barat langit.
-> 24 Februari, Elongnasi Merkurius
Elongasi adalah sudut terbesar yang dibentuk oleh planet, dan merkurius akan mencapai puncak tertinggiya jika diamati dari bumi dan akan tampak cerlang dilangit timur mulai pukul 04.00 - 05.00 waktu setempat dengan magnitudo semu +0.50
-> 25 Februari, Konjungsi Bulan - Aldebaran, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 22.00 waktu setempat. Aldebaran adalah bintang terang pada rasi Taurus.
"PENAMPAKAN PLANET-PLANET BULAN FEBRUARI 2015"
Berikut kami sajikan juga jam-jam planet ditata surya kita yang bisa diamati selama bulan februari ini. Berikut daftarnya:
-> Merkurius = Pukul 04.00 - 05.00 magnitudo semu +0,60 arah timur langit *berlaku tanggal 5 februari
-> Venus = Pukul 18.00 - 19.00 magnitudo semu -3,35 arah barat langit.
-> Mars = Pukul 18.00 - 19.00 magnitudo semu +1,40 arah barat langit.
-> Jupiter = Pukul 18.00 - 05.00 magnitudo semu -2,10 arah dari Timur -> Barat
-> Saturnus = Pukul 00.00 - 05.00 magnitudo semu +0,70 arah dari timur mulainya.
Penampakan planet beda dengan yang lain, planet tak berkedip sedangkan bintang berkedip jadi sesuaikan pengamatan jam tersebut.
Keterangan:
Semakin kecil nilai magnitudo semu makan akan semakin terang penampakan planet jika diamati dari bumi.