Halaman Ini berisi tentang Informasi2 tentang Astronomi terkait kejadian alam yang berada di luar angkasa maupun kejadian di bumi. Sehingga membantu masyarakat mengetahui dengan jelas kapan terjadinya suatu peristiwa, sehingga dapat menikamti fenomena2 langka yang terjadi dilangit maupun di bumi.

Rabu, 06 Januari 2016

Momen Menyaksikan Gerhana Matahari Secara Kasat Mata


Fenomena gerhana matahari memang tidak boleh diamati secara langsung atau dengan mata telanjang, namun ada momen-momen yang dimana kita boleh menyaksikan gerhana matahari secara langsung. Tapi ingat yaa yang namanya momen nggak lama tapi sebentar sajaa!!. Berikut momen-momen tepat diantaranya:

1. Saat Puncak Gerhana Matahari Fase Totalitas
Pada fase ini kita diperbolehkan melihat secara langsung dengan mata telanjang karena cahaya matahari tertutup semuanya. Dimana pada momen ini kita bisa melihat korona dari matahari bintang-bintang bertaburan di siang hari, tapi ingat jangan lama-lama karena fase totalitas hanya sebentar antara 1-6 menitan. Maka dari itu cari tahu daerah kalian yang dilintasi garis totalitas gerhana matahari berlangsung berapa menit, untuk dijadikan patokan mengira-mengira untuk melihat secara langsung.

2. Gerhana Matahari Ditutupi Awan Mendung
Awan mendung sering menjadi penghalang dalam pengamatan langit malam, namun tidak untuk gerhana matahari dimana awan mendung asal tidak terlalu tebal ketika melintasi matahari saat gerhana bisa dijadikan filter alami dimana kita bisa melihat langsung dengan mata telanjang keindahannya karena silau daripada matahari akan berkurang, namun perlu diingat awan juga bergerak jadi lebih berhati-hati aja. Jadi tak perlu khawatir ketika gerhana matahari langit anda mendung asal tidak tebal metode ini bisa membantu.

3. Gerhana Matahari Saat Sunrise & Sunset
Ketika gerhana matahari terjadi saat sunrise & sunset boleh bagi kita melihat secara langsung tanpa alat karena pada fase tersebut cahaya matahari masih lemah dan tidak menyilaukan bagi mata kita, namun tetap perlu berhati-hati yaa pastikan melihatnya pada momen yang tepat ketika cahaya matahari melemah saja.




Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari


Peristiwa gerhana matahari adalah peristiwa langka dan menarik banyak perhatian masyarakat untuk menyaksikannya, banyak diantara mereka melakukan kesalahan dalam pengamatan gerhana matahari ini karena tidak sesuai dengan keamanannya yang bisa mengakibatkan kerusakan mata sementara dan bisa lebih dari itu jika parah bisa mengakibatkan kebutaan.
Berikut beberapa cara aman menyaksikan gerhana matahari diantaranya:

1. Kacamata Khusus Gerhana Matahari

 Kacamata gerhana matahari ini telah dirancang khusus untuk pengamatan gerhana matahari, karena kandungan filternya telah disesuaikan & aman untuk pengamatan matahari. Jadi mengamati gerhana pakai cara ini merupakan yang paling aman & praktis. Kacamata ini biasanya akan banyak dijual menjelang gerhana matahari terjadi atau bisa memesan ke toko astronomi harga berkisaran antara 15.000 - 35.000 rupiah untuk satu kacamata gerhana matahari. Dilarang bagi kalian yang mencoba-coba pakai filter pada negatif film, floppy disk, atau kepingan CD-ROM dalam pengamatan gerhana matahari. Meskipun cahaya matahari bisa redup namun sinar Inframerah, UV dari matahari dapat menembus media ini, dikarenakan sinar tersembunyi dari matahari ini berbahaya untuk mata kita juga.

2. Kacamata Las No.14

Kacamata las nomor 14 adalah cara kedua yang paling aman untuk pengamatan gerhana matahari, karena kacamata ini sangat gelap sekali cocok serta aman digunakan untuk pengamatan gerhana matahari, karena silau dari matahari dapat terkurangi dengan menggunakan kacamata las nomor 14 ini.

3. Kamera Lubang Jarum

Metode ini merupakan metode pengamatan gerhana matahari tanpa melihat langsung kearah matahari, yaitu hanya melihat melalui proyeksi cahaya yang menembus lubang kecil saja. Cara ini mudah dilakukan dengan cara melubangi secarik kertas paling nggak yang tebal bisa kardus, karton, dll. Lubangi saja kecil kecil jangan terlalu besar kalau sudah proyeksikan ke cahaya matahari saat gerhana terjadi dan lihatlah bayang-bayang proyeksi gerhananya.
Berikut cara lain metode kamera lubang jarum yang bisa kita jadikan alat pengamatan dari bahan-bahan/media yang mudah didapatkan seperti bayang-bayang pohon, lubang biskuit, peralatan dapur, bahkan tangan kitapun bisa dijadikan proyeksi kamera lubang jarum.


4. Live Streaming di Televisi/Web Astronomi


Kalau kalian ribet dengan alat-alat diatas kamu bisa menyaksikan gerhana matahari melalui live streaming di televisi atau web astronomi. Tenang saja pasti ada menyiarkan langsung secara live gerhana matahari saat terjadinya peristiwa tersebut atau bisa kunjungi web live streaming di: LIVE SLOOH. Pengamatan ini jauh lebih aman daripada mencoba-coba alat yang kurang aman untuk pengamatan gerhana matahari cukup melihat siaran gerhana matahari saja di televisi atau web streaming.








Minggu, 03 Januari 2016

10 Fenomena Astronomis Paling Ditunggu Tahun 2016

Banyak sekali fenomena astronomis yang akan terjadi ditahun 2016 ini, namun ada beberapa fenomena yang dianggap paling istimewa dan layak ditunggu ditahun 2016 ini diantaranya:
Tanggal:

1.) 8 Maret 2016, Oposisi Jupiter
Pada tanggal ini Matahari – Bumi – Jupiter berada pada garis lurus, dimana jupiter akan mencapai puncak kecerlangannya dilangit malam, jupiter akan terlihat terang sekali dengan magnitudo semu -2,2.

2.) 9 Maret 2016, Gerhana Matahari Total

Inilah peristiwa yang paling ditunggu dan sangat istimewa khususnya bagi masyarakat Indonesia, dimana garis totalitas gerhana akan menyapu beberapa wilayah di Indonesia. Ada 10 Provinsi yang terdampak Gerhana Matahari Total (Bengkulu, Sumsel, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulbar, Sulteng, dan Maluku Utara). Dibeberapa daerah yang saya sebutkan diatas akan merasakan sensasi kegelapan mendadak akibat gerhana total seperti waktu shubuh untuk beberapa menit.

Diluar jalur totalitas gerhana matahari total seluruh wilayah di Indonesia juga dari sabang – merauke bisa menyaksikan gerhana matahari sebagiannya saja dengan intensitas yang cukup beragam antara 60% - 99%. Jadi seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati gerhana matahari baik total maupun sebagian. Informasi lengkapnya bisa kunjungi:Telusur Lokasi Pengamatan GMT 2016

3.) 6-7 Mei 2016, Puncak Hujan Meteor Eta-Aquarids

Merupakan hujan meteor yang intens dimana pada puncaknya hujan meteor ini bisa menghasilkan lesatan meteor sebanyank 60 meteor/jam. Humet ini akan muncul pada konstelasi rasi aquarius namun bisa disaksikan dari arah mana saja. Humet ini disaksikan mulai pukul 00.00-05.00 waktu setempat, bulan jatuh pada fase akhir tidak mempengaruhi pengamatan hujan meteor.

4.) 22 Mei 2016, Oposisi Mars
Dimana Matahari – Bumi – Mars akan segaris lurus yang mengakibatkan planet Mars akan tampak lebih terang daripada biasanya, Mars akan tampak cerah sekali pada bulan mei 2016 ini dan akan mencapai puncaknya tanggal 22 Mei dimana mars akan terlihat sebagai bintang merah terang dengan magnitudo semu -2,0. Sehari sebelum oposisi tanggal 21 Mei Mars akan berkonjungsi dengan Bulan keduanya akan terlihat berdekatan sepanjang malam tersebut.

5.) 3 Juni 2016, Oposisi Saturnus
Kembali lagi fenomena oposisi akan terjadi namun kali ini saturnus akan menjadi obyeknya, saturnus akan tampak mempesona jika diamati dengan teleskop karena akan terlihat purnama dengan keindahan cincinnya. Jika secara kasat mata kita akan melihat saturnus cukup terang sepanjang malam dengan magnitudo semu +0,2.

6.) 12-13 Agustus 2016, Puncak Hujan Meteor Perseids
Hujan meteor terindah ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 12-13 Agustus dimana akan ada lesatan 100 meteor/jam dan memungkinkan kita juga bisa menyakskian fireball. Humet ini muncul di konstelasi rasi perseus, bisa disaksikan mulai pukul 01.00 – 05.00 waktu setempat.

7.) 27 Agustus 2016, Super Konjungsi Venus & Jupiter
Kita akan bertemu kembali dengan fenomena cantik ini, pada hari itu Venus & Jupiter akan terlihat mesra sekali dilangit barat saat senja dengan jarak sangat dekat sekali kurang dari 1’ derajat, keduanya bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 19.00 waktu setempat.

8.) 1 September 2016, Gerhana Matahri Cincin
Fenomena gerhana matahari cincin ini memang tidak akan teramati dari Indonesia, karena lintasan cincinnya hanya menyapu negara-negara di Afrika tengah. Namun diakhir kontak panumbra gerhana matahari wilayah Indonesia khususnya (Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta) masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian saat sunset dengan intensitas kurang dari < 5% saja, Indah bukan melihat sunset + gerhana. Jangan sampai terlewatkan fenomena ini.

9.) 17 September 2016, Gerhana Bulan Panumbra

Fenomena gerhana bulan panumbra termasuk gerhana bulan tak kasat mata karena bulan akan tampak biasa saja saat gerhana bulan panumbra tidak ada bedanya dengan purnama namun sedikit lebih redup saja, ini disebabkan bulan hanya masuk di bayang-bayang panumbra (samar) bumi bukan bayangan umbra (gelap) bumi, namun jika kita amati dengan teleskop akan terlihat perbedaannya dimana akan ada bagian bulan yang sedikit gelap karena efek dekat bayangan umbra inti (gelap). Di wilayah Indonesia peristiwa ini dapat diamati lepas tengah malam. Puncak gerhana bulan panumbra akan terjadi sekitar pukul 01.54 WIB, 02.54 WITA, dan 03.54 WIT.

10.) 14 November 2016, Full Moon Perigee (SUPERMOON)
Bulan Purnama akan mencapai titik terdekatnya dengan bumi dengan jarak sekitar 350.000 km fenomena ini dikenal dengan  "Full Moon Perigee" atau sering juga disebut oleh kebanyakan orang dengan SuperMoon, pada hari itu Bulan Purnama akan tampak lebih terang 30% dan tampak lebih besar 14% dari bulan purnama biasanya.


Fenomena Astronomis Januari 2016

Selamat Datang 2016
Setelah tadi malam menyambut tahun baru 2016 bersamaan dengan konjungsi Bulan & Jupiter. Banyak fenomena yang terjadi lagi dibulan januari ini berikut ulasannya:
2 = Bulan di titik Apogee, dimana bulan berada pada titik terjauh dari bumi.
3 = Matahari Perihelion, dimana bumi akan berada pada titik terdekatnya dengan matahari sekitar jaraknya 147,3 Juta KM.
3 - 4 = Puncak Hujan Meteor Quadrantids 120 meteor/jam
Fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 01.00-05.00 waktu setempat, hujan meteor akan mucul pada radian konstelasi Bootes. Namun bisa disaksikan dari arah mana saja sesuai kenyamanan. Sayangnya cahaya bulan akan sedikit menganggu pengamatan ini.
4 = Konjungsi Bulan - Mars bisa disaksikan mulai pukul 01.00-05.00 waktu setempat.
7 = Konjungsi Bulan - Venus bisa disaksikan mulai pukul 04.00-05.00 waktu setempat arah timur.
9 = Konjungsi terdekatnya Saturnus & Venus bisa disaksikan mulai pukul 04.00-05.00 waktu setempat arah timur.
10 = New Moon/Bulan Baru
15 = Bulan Perigee, dimana bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi.
24 = Full Moon/Bulan Purnama
27 = Konjungsi Bulan-Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 21.00-05.00 waktu setempat.
30 = Konjungsi Bulan - Spica bisa disaksikan kulai pukul 23.00-05.00 waktu setempat.

Minggu, 13 Desember 2015

5 Foto Terpopuler di INFO ASTRONOMI Tahun 2015

Pada tahun 2015 ini banyak fenomena-fenomena cantik yang memanjakan mata kita, sangking menariknya banyak diantara kita ingin mendokumentasikan lewat foto. Berikut 5 foto terpopuler versi INFO ASTRONOMI Tahun 2015 dilihat dari Likes, Comments, dan Share:


1.) Gerhana Bulan Total 4 April 2015, diabadikan oleh Fahmi Mokhammad dari Pekalongan ( 530 Likes, 241 Comments, 45 Share ).

2.) Pluto 14 Juli 2015, diabadikan wahana antariksa New Horizons ( 388 Likes, 71 Comments, 84 Share ).

3.) Blue Moon 31 Juli 2015, diabadikan oleh Muhammad Soleh dari Pasuruan ( 235 Likes, 29 Comments, 11 Share ).

4.) Super Konjungsi 1 Juli 2015, diabadikan oleh Erhanuntoro dari Purbalingga ( 197 Likes, 8 Comments, 17 Share ).

5.) Trio Konjungsi 18 Juli 2015 diabadikan oleh Iank dari Makasar ( 151 Likes, 34 Comments, 1 Share ).






Sabtu, 28 November 2015

Fenomena Astronomis Bulan Desember 2015


Di bulan desember ini akan ada banyak fenomena astronomis cantik seperti hujan meteor, dan konjungsi-konjungsi bulan planet,dll. Pada tanggal apa saja fenomena tersebut akan terjadi, berikut ulasannya:

2 = Konjungsi Bulan – Regulus bisa disaksikan mulai pukul 23.30 – 05.00 waktu setempat.

3 = Fase Bulan Separuh Akhir

4 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 00.30 – 05.00 waktu setempat.

6 = Konjungsi Bulan – Mars bisa disaksikan mulai pukul 02.00 – 05.00 waktu setempat (timur).

7 = Konjungsi Bulan – Spica bisa disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat (timur).

8 = Konjungsi Bulan – Venus bisa disaksikan mulai pukul 03.00 – 05.00 waktu setempat (timur).

11 = Fase Bulan Baru

13 & 14 = Puncak Hujan Meteor Geminids (120 meteor/jam)
Geminids adalah hujan meteor terakhir pada tahun 2015 yang berlangsung antara tanggal 7 s/d 17 Desember 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 120 meteor tiap jam. Meteor-meteor Geminids akan terlihat melesat dari arah rasi Gemini yang berada di barat waktu dini hari hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang sedang fase sabit awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

18 = Fase Bulan Separuh Awal

21 = Winter Solstice
Merupakan titik balik matahari dibelahan bumi selatan yang menandakan masuknya musim dingin dibelahan bumi utara dan musim panas dibelahan bumi bagian selatan, untuk wilayah Indonesia peristiwa ini bisa diamati dengan jelas dimana Matahari terlihat condong kearah selatan dan juga pertanda masuknya musim penghujan di indonesia.

23 = Konjungsi Bulan – Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 03.00 waktu setempat.

25 = Bulan Purnama (375.000 km).

29 = Elongnasi Merkurius, dimana merkurius berada pada titik tertingginya diarah barat saat senja bisa disaksikan mulai pukul 18.30 – 19.00 waktu setempat.

31 = Konjungsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 23.00 – 05.00 waktu setempat.

PLANET DI BULAN DESEMBER :

-          Venus, pukul 03.00 – 05.00 arah timur mag.semu (-3,6)

-          Mars, pukul 02.00 – 05.00 arah timur mag.semu (1,6)


-          Jupiter, pukul 00.00 – 05.00 arah timur mag.semu (-1,5)

Sabtu, 31 Oktober 2015

FENOMENA ASTRONOMIS BULAN NOVEMBER 2015


3 = Fase Bulan Separuh akhir

3 = Puncak Konjungsi Venus – Mars dapat disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur.

5 = Konjungsi Bulan – Regulus dapat disaksikan mulai pukul 00.30 – 05.00 waktu setempat arah timur.

7 & 8 = Formasi vertikal cantik antara Jupiter – Bulan – Mars – Venus
Dimana keempat objek ini akan terlihat cantik membentuk formasi vertikal diarah timur menjelang matahari terbit bisa disaksikan mulai pukul 02.30 – 05.00 waktu setempat. Untuk yang tanggal 8 posisi bulan sudah berpindah yakni dibawah planet Venus.

12 = Fase Bulan Baru

18 = Puncak Hujan Meteor Leonids 20 meteor/jam
Hujan meteor Leonids berlangsung antara tanggal 10 s/d 23 November 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Leonids akan terlihat melesat dari arah rasi Leo yang berada di timur setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang menjelang fase kuartir awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

19 = Fase Bulan Separuh Awal

26 =  Fase Bulan Purnama

Penampakan Planet – Planet di Bulan November 2015
Venus : 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (-4)
Mars : 02.30 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (+1)
Jupiter : 02.00 – 05.00 waktu setempat arah timur mag.semu (-1)

Ket:
Semakin kecil nilai magnitudo semu maka semakin terang penampakan sebuah planet.