Halaman Ini berisi tentang Informasi2 tentang Astronomi terkait kejadian alam yang berada di luar angkasa maupun kejadian di bumi. Sehingga membantu masyarakat mengetahui dengan jelas kapan terjadinya suatu peristiwa, sehingga dapat menikamti fenomena2 langka yang terjadi dilangit maupun di bumi.

Jumat, 15 Juli 2016

Jadwal Gerhana Matahari Total/Cincin di Indonesia Abad 21


Fenomena gerhana matahari total/cincin adalah fenomena yang biasa karena setiap tahun sering terjadi. Kenapa fenomena ini menjadi lagka dikarenakan tempat terjadinya tersebut, karena tidak semua daerah di dunia akan dilintasi gerhana matahari total/cincin tiap tahun, maka dari itu fenomena gerhana matahari mejadi daya tarik sendiri bagi pecinta astronomi. Berikut jadwal Gerhana Matahari Total/Cincin yang akan melintasi wilayah Indonesia hingga 100 tahun kedepan, bisa jadi wilayahmu beruntung akan dilintasi garis Total/Cincin dari gerhana matahari.

1. Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019


Lintasan Cincin
- Provinsi Aceh : Pulau Simuele, Singkil
- Provinsi Sumut: Sibolga, Padang Sidempuan, Sipirok, Siabu, Binanga, dskt
- Provinsi Riau : Duri, Dumai, Bengkalis, Sontang, Bonai, Pulau Pedang, dskt
- Provinsi Kep.Riau : Batam, Tanjung Pinang
- Provinsi Kalbar: Singkawang, Sambas, Pemangkat, Menpawah, Putussibau, dskt
- Provinsi Kalut: Makulit, Basahan, dskt
- Provinsi Kaltim: Baia, Sokan, Berau, Tumbit, dskt

2. Gerhana Matahari Total 20 April 2023

Lintasan Total
- Provinsi Papua Barat: Fak-Fak dskt
- Provinsi Papua: Pulau Biak

3. Gerhana Matahari Total 22 Juli 2028

Lintasan Total
- Perairan Indonesia di Samudera Hindia, meskipun tidak ada daratan yang dilalui jalur totalitas gerhana namun seluruh Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari sebagiannya bahkan di Jawa, Bali, NTB, dan NTT intensitasnya diatas 90%

4. Gerhana Matahari Cincin 21 Mei 2031


Lintasan Cincin
- Provinsi Kalbar: Taman Nasional Betung, dskt
- Provinsi Kaltim: Samarinda, Tenggarong, Tebangan, Bontang, Mamanak, dskt
- Provinsi Sulteng: Palu, Donggala, Parigi, Poso, Toleo, Ampana, Luwuk, Banggai, dskt
- Provinsi Maluku: Ambon, dskt

5. Gerhana Matahari Total 20 April 2042

Lintasan Total
- Provinsi Bengkulu: Muko-Muko, Bantal, Penarik, dskt
- Provinsi Sumbar: Kepulauan Mentawai, Tapan, dskt
- Provinsi Jambi: Kota Jambi, Sungai Penuh, Bangko, Pemenang, Betung, Muara Bulian, Merlung, Simpang, dskt
- Provinsi Kalbar: Singkawang, Sambas, Menpawah, Pemangkat, dskt

6. Gerhana Matahari Cincin 14 Oktober 2042

Lintasan Cincin
- Provinsi Kalbar: Putusibau, Taman Nasional Betung, dskt
- Provinsi Kalteng: Puruk Cahu, Muara Teweh, Sikan, dskt
- Provinsi Kaltim: Samarinda, Balikpapan, Tanah Grogot, Bontang, Tenggarong, dskt
- Provinsi Sulbar: Seluruh daerah termasuk kecuali sebagian kecil utara provinsi Sulbar
- Provinsi Sultra: Kendari, Tolala, Kolaka, Pulau Buton, dskt
- Provinsi Sulsel: Pare-Pare, Bone, Singkang, Palopo, Watampone, dskt.
- Provinsi NTT: Atambua, dskt

7. Gerhana Matahari Cincin 5 Februari 2046

Lintasan Cincin
- Provinsi Papua: Pulau Biak, Kota Jayapura, dskt

8. Gerhana Matahari Hybird (Total-Cincin) 25 November 2049

Lintasan Hybird
Martapura (Sumsel), Bumi Agung (Lampung), dsb

9. Gerhana Matahari Cincin 22 September 2052

Lintasan Cincin
Provinsi NTT: Ende, Maumere, Atambua, dskt

10. Gerhana Matahari Cincin 20 Maret 2053

Lintasan Cincin
- Provinsi Jawa Timur: Taman Nasional Alas Purwo
- Provinsi Bali: Denpasar, Kuta, Nusa Penida, dskt
- Provinsi NTB: Pulau Lombok
- Provinsi Papua: Kepulauan Aru

11. Gerhana Matahari Total 12 September 2053

Lintasan Total
- Provinsi Sumut: Pulau Nias, Singkuang, dskt

12. Gerhana Matahari Cincin 5 November 2059

Lintasan Cincin
- Provinsi Aceh: Pulau Simuele, Singkil, Tapak Tuan, dskt
- Provinsi Sumut: Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Belawan, dskt

13. Gerhana Matahari Cincin 28 Februari 2063

Lintasan Cincin
- Provinsi Sumbar: Padang, Pulau Siberut, Bukit Tinggi, Padang Pajang, dskt
- Provinsi Jambi: Sungai Penuh, dskt
- Provinsi Riau: Pekanbaru, dskt
- Provinsi Kep.Riau: Batam, Tanjung Pinang, dskt
- Provinsi Kalbar: Liku, Sekura, dskt

14. Gerhana Matahari Total 3 September 2081

Lintasan Total
- Provinsi Jawa Barat: Tasikmalaya, dskt

15. Gerhana Matahari Total 24 Agustus 2082

Lintasan Total
- Provinsi Aceh: Pulau Simuele
- Provinsi Sumut: Medan, Pematang Siantar, dskt
- Provinsi Sulut: Pulau Sangihe

16. Gerhana Matahari Total 22 Mei 2096

Lintasan Total
- Provinsi Lampung: Bandar Lampung, Metro, Kota Bumi, dskt
- Pulau Belitung
- Provinsi Kalbar: Kendawangan, Ketapang, Manismata, dskt.
- Provinsi Kalteng: Pangkalan Bun, Puruk Cahu, Muara Teweh, dskt
- Provinsi Kaltim: Mamahak, Melak, Tebangan, Berau, dskt

17. Gerhana Matahari Cincin 15 November 2096

Lintasan Cincin
- Provinsi Sulut: Manado, Tomohon, Bitung, dskt
- Provinsi Maluku Utara: Ternate, Tidore, Weda, Sofifi, Maba, dskt
- Provinsi Papua Barat: Sorong, Waigeo, Bintuni, Fak-Fak, dskt
- Provinsi Papua: Nabire, Kepulauan Aru, Mappi, Merauke, dskt

18. Gerhana Matahari Cincin 29 Desember 2103

Lintasan Cincin
- Provinsi Aceh: Banda Aceh

19. Gerhana Matahari Cincin 2 April 2117

Lintasan Cincin
- Provinsi Jawa Tengah: Cilacap, Purwokerto, Pekalongan, Wonosobo, Banjarnegara, Kebumen, Semarang, Demak, Kudus, Blora, Rembang, Surakarta, Magelang, Klaten, dskt
- Provinsi DIY: Semua provinsi masuk kedalam lintasan cincin

- Provinsi Jawa Timur: Tuban, Bojonegoro, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Trenggalek, Kediri, Mojokerto, Pacitan, Tulungagung, Madiun, dskt

- Provinsi Kalsel: Banjarmasin, Banjarbaru, Rantau, Pawing, dskt
- Provinsi Sulbar: Semua daerah termasuk kedalam lintasan cincin
- Provinsi Sulsel: Palopo, Bone, dskt
- Provinsi Sulteng: Palu, Donggala, Pasowe, Parigi, Poso, Ampana, Luwuk, Teku, Matindok, Banggai, dskt

- Provinsi Gorontalo: Kota Gorontalo, Bionga, Popalo, Marisa, dskt
- Provinsi Sulut: Manado, Tomohon, Bitung, Kotomobagu, dskt
- Provinsi Maluku Utara: Ternate, Tidore, Sofifi, Weda, Maba, dskt

Inilah yang membuat fenomena gerhana matahari total/cincin ini menjadi langka karena tidak terjadi setiap tahun dilokasi sama, dan tidak semua daerah akan dilintasi gerhana matahari total/cincin dalam waktu yang dekat. Untuk melihat simulasinya bisa lewat aplikasi Stellarium dan diset pada tanggal diatas silahkan mencoba :)

Sumber:
- Fred Espenak
- Xavier Jubier







































Kamis, 14 Juli 2016

Foto Konjungsi Bulan & Mars 14 Juli 2016

credit:
INFO ASTRONOMI

credit:
Chikondi Abimbola (Denpasar)

credit:
Nhonho Ggmu Manchunian

credit:
Nin Afriyanti (Pangkal Pinang)

credit:
Nitha Yuliani Gumelar (Subang)

credit:
Reza Fauzi (Purworejo)

Irman M (Banjarmasin)

credit:
Retno Dwi Chrismayanti (Kendal)

credit:
Novi Handayani

credit: 
Santi Devi Septina (Jakarta)










Sabtu, 09 Juli 2016

Indahnya Konjungsi Bulan & Jupiter 9 Juli 2016

credit:
INFO ASTRONOMI

credit:
Ajisaka Octawiyano

credit:
Iman Darmawan (Bandung)

credit:
Nhono Ggmu Manchunian

credit:
Sendy Gamaputra

credit:
Bledek Mulad

credit:
Faisa Tur Raisah (Kenjeran)

credit:
Didi Nurhadi Illian (Medan)

credit:
Adhitya (Ponorogo)

credit:
Yuzri Syamsudin (Suli, Sulsel)

credit:
Nur Ar-Rahman (Bekasi)

credit: 
Alvin Noor (Jepara)

credit:
Fahmi Mokhammad (Pekalongan)











Selasa, 28 Juni 2016

Fenomena Astronomis Juli 2016


2 = Konjungsi Bulan - Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 04.00 - 05.00 waktu setempat.

4 = Fase Bulan Baru / Ijtimak penentuan 1 Syawwal 1437 Hijriyah

4 = Satelit Juno memasuki orbit planet Jupiter.

9 = Konjungsi Bulan - Jupiter (pukul 18.00 - 21.30)
Konjungsi ini akan menjadi konjungsi terindah dibulan ini karena kedua objek ini akan sangat terlihat dekat sekali jika diamati dari Bumi. Penampakan Bulan pada fase sabitnya yang indah akan terlihat berdekatan dengan planet Jupiter dengan jarak sekitar 1' derajat saja dimana jika diibaratkan hanya sebatas ujung kelingking kita jika kita tunjuk kedua objek tersebut. Kedua objek cantik ini akan menjadi tontonan yang indah diarah barat langit selepas senja sore. Jika kalian mengamati dari Kutub Selatan akan terlihat Bulan mengokultasi Jupiter.

12 = Konjungsi Bulan - Spica bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 23.30 waktu setempat.

14 = Konjungsi Bulan - Mars bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 01.00 waktu setempat.

16 = Konjungsi Bulan - Saturnus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 - 02.30 waktu setempat

28-29 = Puncak Hujan Meteor Delta-Aquarids
Rasi Aquarius yang kini berada di langit barat menjelang fajar kembali akan menjadi arah meluncurnya meteor-meteor terang. Kali ini meteor-meteor itu berasal dari hujan meteor Delta Aquarids yang berlangsung antara 8 Juli-19 Agustus 2016. Pada puncaknya Jum'at dini hari diperkirakan akan terlihat 20 meteor tiap jam. Bulan dengan fase sabit di arah timur menjelang fajar juga akan semakin menambah keindahan hujan meteor ini.

30 = Konjungsi Bulan - Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 03.30 - 05.00 waktu setempat.

Penampakan Planet-Planet Juli 2016:

- Mars, pukul 18.00 - 01.00 waktu setempat mag.semu (-0,95) 

- Jupiter, pukul 18.00 - 21.30 mag.semu waktu setempat (-1,4)

- Saturnus, pukul 18.00 - 02.30 mag.semu waktu setempat (0,45)




Selasa, 21 Juni 2016

Manfaat Peluncuran Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB


Dunia antariksa nasional sedang sibuk-sibuknya. Selain Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang meluncurkan satelit BRIsat pekan lalu, ada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang akan meluncurkan satelit LAPAN-A3/IPB.

Teknologi terbaru satelit LAPAN-A3/IPB akan meluncur Rabu (22/6/2016) di Sriharikota, India. “LAPAN-A3/IPB sudah terpasang di roket PLSV-C34 sejak sepekan lalu. Saat ini pihak India sedang memasang satelit utama (cartosat). Sejauh ini tidak ada kendala,” kata Peneliti Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Robertus Heru Triharjanto, seperti dilansir Detik, Senin (20/6/2016).
Ada banyak hal yang harus disiapkan dalam peluncuran teknologi terbaru satelit. Dari pihak peluncur atau pemilik roket, harus menyiapkan roket dan memasang satelit di bagian atas roket.
Perlu pengecekan intensif untuk memastikan roket siap meluncur membawa satelit. Penundaan bisa terjadi sewaktu-waktu ketika muncul berbagai kondisi yang tidak memungkinkan satelit meluncur.
“Penundaan mungkin saja terjadi dalam peluncuran satelit. Alasannya bisa karena cuaca buruk, adanya masalah teknis di roket, atau masalah teknis di satelit yang akan diluncurkan,” terangnya.
Peluncuran teknologi terbaru LAPAN-A3/IPB sendiri mundur dari rencana semula hari ini menjadi 22 Juni 2016. Dikatakan Heru, penundaan dikarenakan pemasangan satelit yang akan diluncurkan ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan. Total, ada 20 satelit yang harus dipasang.
Teknologi terbaru satelit LAPAN-A3/IPB merupakan karya anak bangsa yang dibuat di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Bogor, berbiaya Rp60 miliar dengan dana APBN.
Satelit ini akan diluncurkan bersama satelit lain milik India, Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman. Pemilihan Sriharikota, India sebagai tempat peluncuran karena LAPAN sudah memiliki kerja sama dengan lembaga antariksa India ISRO.
“Sejak akhir tahun 1980-an LAPAN telah menjalin kerja sama dengan ISRO. Mereka mengoperasikan stasiun Bumi di pulau Biak. Peluncuran tiga satelit LAPAN sejak 2007 adalah bagian dari kerja sama tersebut,” kata Heru.
Ditambahkannya, satelit yang nantinya berfungsi untuk pemantauan tanaman pangan dan kondisi pesisir ini punya arti besar dalam upaya LAPAN mewujudkan mimpi kemandirian teknologi luar angkasa. “Teknologi terbaru satelit LAPAN-A3/IPB berarti Indonesia sudah bisa membuat satelit penginderaan jauh sendiri, kemandirian teknologi,” singkatnya.
Mei 2016 lalu, seusai bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengenai persiapan peluncuran satelit, Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan A3/IPB akan mengorbit secara polar dengan jangkauan ketinggian sekitar 500 km. Satelit ini akan mengelilingi bumi sebanyak 14 kali dan melintasi Indonesia empat kali setiap harinya.
Apa Manfaat Peluncuran Satelit Ini?
“Ada empat fungsi yang dibawa satelit Lapan A3, yang pertama pemantauan lahan khususnya pertanian. Ini bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Nanti IPB akan mengekstrak informasi pertanian,” terangnya.
Misi kedua, satelit ini akan difungsikan untuk pemantauan kemaritiman terutama pemantauan kapal di wilayah Indonesia. Thomas menyebut, teknologi terbaru satelit A3 bisa mendeteksi 2,4 juta secara global.
Diharapkan hasil citra satelit ini bisa membantu kementerian terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait illegal fishing di perairan Indonesia.
“Misi ketiga adalah scientific. Ini untuk pengukuran medan magnet bumi dan misi keempat uji eksperimen peralatan yang dikembangkan oleh enginer LAPAN, yaitu sensor bintang untuk mengarahkan sikap dari satelit tersebut dan untuk pengendalian satelit. Jadi ini ada dua hasil rekayasa enginer LAPAN yang diujikan. Kalau berhasil, ini akan terus dikembangkan untuk generasi satelit berikutnya,” paparnya.
sumber:http://m.harianjogja.com/baca/2016/06/21/teknologi-terbaru-lapan-a3ipb-siap-mengorbit-730704

Senin, 20 Juni 2016

Kumpulan Foto Bulan Purnama Malam Ramadhan 20 Juni 2016

credit:
INFO ASTRONOMI

credit:
Fahmi Mokhammad

credit:
Chikondi Abimbola

credit:
Nieza Maylia

credit:
Nin Afriyanti

credit:
Yudhistira

credit:
Dwi Jayanti

credit:
Yosiemita Rasyanda

credit:
Fadli

credit:
Ncim










Sabtu, 18 Juni 2016

Manfaat Satelit BRI-SAT Bagi Indonesia


Jakarta -Tidak lama lagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan menjadi satu-satunya bank di dunia yang punya satelitnya sendiri. Dengan adanya satelit milik BRISat ini maka diharapkan akses perbankan masyarakat Indonesia bakal lebih baik.

Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas perbankan dengan mudah. Sehingga diharapkan segala kebutuhan perbankan masyarakat Indonesia dapat dilayani dengan baik dengan peningkatan sistem layanan digital.

"Sebenarnya satelit ini tujuannya adalah kita ingin melayani masyarakat Indonesia seluas-luasnya. Kita ingin melayani yang belum terlayani. Masyarakat yang belum terjangkau, kita akan layani ini," ujar Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam saat jumpa pers di Kantor Pusat Bank BRI Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).

Asmawi menambahkan bahwa dengan adanya BRISat di era digitalisasi yang semakin maju, BRI dapat bersaing dengan meningkatkan pelayanan digital. Dengan adanya satelit ini juga jangkauan perbankan ke daerah-daerah terluar di Indonesia bisa semakin bertambah misalnya dengan adanya layanan digital.

"BRI bisa menjangkau daerah-bertambah terluar yang saat ini belum terlayani dan tersentuh perbankan. Kita ingin lakukan inklusi keuangan yang ditunjang harus dengan teknologi. Kedua kita ingin melayani masyarakat sama baik, sama akurat, dan sama cepat baik di kota-kota metropolitan maupuun di kabupaten atau di desa-desa," jelas Asmawi.

BRI juga tidak akan menjadikan BRISat sebagai layanan komersil. Dengan adanya BRISat diharapkan semua layanan perbankan bank pelat merah itu dapat meningkat.

"Jadi kita tidak mengkomersilkan dan satelit ini untuk mempermudah layanan kita," tutup Asmawi.
(ang/ang) 

sumber: 
http://finance.detik.com/read/2016/06/09/160025/3229370/5/ini-manfaat-satelit-bri-yang-siap-diluncurkan-pekan-depan