Halaman Ini berisi tentang Informasi2 tentang Astronomi terkait kejadian alam yang berada di luar angkasa maupun kejadian di bumi. Sehingga membantu masyarakat mengetahui dengan jelas kapan terjadinya suatu peristiwa, sehingga dapat menikamti fenomena2 langka yang terjadi dilangit maupun di bumi.

Minggu, 26 Maret 2017

Jadwal Fenomena Langit Bulan April 2017




1 APRIL = Konjungsi Bulan – Aldebaran.
Kedua objek langit ini hanya terpisah jarak 1 derajat jika di amati dari Bumi atau kalau kita ibaratkan jaraknya hanya sebatas jari kelingking jika kita menunjuknya. Konjungsi ini bisa diamati selepas senja mulai pukul 18.00 s/d 21.30 WS arah barat.

7 APRIL = Konjungsi Bulan Regulus, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 02.00 WS.


8 APRIL = Oposisi Jupiter
Pada hari itu planet Jupiter berada pada garis lurus/sejajar antara Matahari-Bumi-Jupiter, akibatnya planet Jupiter akan nampak putih cemerlang sekali dengan magnitudo semu -2,2. Dan apabila kita amati dengan teleskop Jupiter nampak seperti purnama dikarenakan terlihat penuh dan terang, oposisi jupiter dapat teramati sepanjang malam ketika mulai terbit pukul 18.00 s/d 05.00 waktu setempat.

10 APRIL = Konjungsi Bulan – Jupiter, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 05.00 WS.


11 APRIL = Formasi Bulan – Jupiter – Spica, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 05.00 WS.


11 APRIL = Fase Bulan Purnama


16 APRIL = Konjungsi Bulan – Saturnus, bisa disaksikan mulai pukul 22.00 s/d 05.00 WS.

22-23 APRIL = Puncak Hujan Meteor Lyirids (20 meteor/jam)
Hujan meteor ini akan mencapai puncaknya di tanggal ini, 23 April 2017. Namun,  humet ini sebenarnya sudah terjadi pada rentang waktu 19-25 April. Titik radian hujan meteor ini adalah rasi bintang Lyra, dan diperkirakan akan mencapai intensitas 20 meteor per jam, dapat diamati dengan mata telanjang di seluruh Indonesia. Fase bulan sabit tua pada malam itu tidak akan menganggu pengamatan karena cahayanya yang redup. Hujan Meteor Lyirids dapat teramati selepas tengah malam sampai shubuh.

24 APRIL = Konjungsi Bulan – Venus, bisa disaksikan mulai pukul 04.00 s/d 05.00 WS arah timur langit.

28 APRIL = Formasi Bulan - Aldebaran - Mars, bisa disaksikan mulai pukul 18.00 s/d 19.00 WS arah barat langit.

Sabtu, 18 Maret 2017

Daftar Kota di Indonesia Yang Dilalui Garis Khatulistiwa

                         Sumber: Ma'rufin Sudibyo

Kota yang dilalui garis khatulistiwa – Howdy Borneans! tahukah kalian kota yang dilalui garis khatulistiwa di Indonesia? Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa membentang dan membelah pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Keistimewaan garis khatulistiwa yang membelah indonesia in sampai menginspirasi salah satu band kenamaan indoensia untuk membuat lagu berjudul Nadi Khatulistiwa, sebelum melanjutkan pembahasan, ayo simak lagunya.

Garis khatulistiwa atau Equator lebih identik dengan kota Pontianak karena garis semu ini tepat melintas di tengah ibu kota provinsi Kalimantan barat ini. Namun, tahu kah kalian kota-kota lain di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa?

Pengertian Garis Khatulistiwa
Garis Khatulistiwa adalah garis imajinasi membelah bumi dan terbentang dari timur ke barat pada permukaan bumi dan persis ditengah tengah antara kutub selatan dan utara. Garis ini membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Horizon / khatulistiwa sangatlah penting bagi keperluan untuk navigasi dan penanda koordinat suatu tempat.

Hubungan Antara Iklim dan Khatulistiwa
Daerah Khatulistiwa memilii perbedaan sisi dunia yang lain  perihal lingkungan fisik serta aplikasi geografisnya. Salah satu perbedaan terbesar ialah perbedaan iklim. Daerah khatulistiwa memiliki pola dominan yaitu hangat dan basah atau hangat dan kering sepanjang tahun. Selain itu, sebagian besar daerah khatulistiwa juga merupakan daerah yang lembab. Adapun, pola-pola iklim di Khatulistiwa tersebut disebabkan karena  banyaknya menerima radiasi matahari. Semakin jauh dari daerah khatulistiwa, paparan matahari akan semakin berkurang dan iklim dapat berkembang dan berubah.Wilayah khatulistiwa sering sekali diidentikkan dengan daerah berwilayah tropis. Wilayah ini memiliki flora dan fauna  yang beranekaragam , dan merupakan wilayah yang memiliki jumlah persebaran flora dan fauna terbanyak. Salah satu  ciri khas flora dan fauna daerah ini ialah adanya hutan hujan tropis.

Negara-Negara di Sepanjang Garis Khatulistiwa
Garis ini membentang melalu berbagai Negara di dunia. Lebih dari 12 negara di dunia dilewati oleh garis ini. Beberapa Negara seperti Gabon, Kongo, Uganda, Kenya, Somalia, Indonesia, Ekuador, Kolombia dan Brasil. Biasanya di daerah perlintasan tersebut sering ditandai dengan monument-monument Ekuator yang berdiri tegak.

Kota yang Dilalui Garis Khatulistiwa di Indonesia
Berikut daftar daerah dan kota yang dilalui garis khatulistiwa dari ujung barat ke timur:

1. Kota Bonjol
Tugu Equator di Bonjol

Kota Bonjol yang merupakan tempat kelahiran salah satu pahlawan nasional, Tuanku Imam Bonjol berada di provinsi Sumatra Barat. Tepatnya berada di kecamatan Bonjol, kabupaten Pasaman.

Sebagai kota yang dilalui garis khatulistiwa, kota ini masih belum sepopuler Pontianak. Mungkin dikarenakan promosi daerah yang masih belum maksimal jika dibandingkan dengan Pontianak yang menjadikan garis khatulistiwa sebagai ikon pariwisata kota bahkan provinsi.

Sama halnya di kota Pontianak, di Bonjol juga terdapat tugu yang menandakan perlintasan garis khatulistiwa. Tugu tersebut bernama tugu Equator dengan bangunan berbentuk bola dunia.

2. Lintas Riau – Sumbar
Tugu Khatulistiwa Sakido Mura

Perlintasan garis khatulistiwa ini berada di di  Kabupaten 50 Kota, tepi jalan lintas Riau – Sumbar. Di tandai dengan adanya Tugu Khatulistiwa Koto Alam. Tugu yang juga disebut dengan Sakido Mura atau Telur Gajah ini didirikan pada saat zaman penjajahan Jepang.

3. Riau
Tugu Khatulistiwa di Riau

Provinsi Riau jugamerupakan kota yang dilalui garis khatulistiwa. ditandai dengan adanya 2 buah tugu khatulistiwa. Yang pertama terletak  di Dusun Tua, Kabupaten Pelalawan. Berada persis di jalan lintas Timur pulau Sumatra. Sedangkan yang kedua berada di  Lipat Kain, Kabupaten Kampar. Berada di  jalan lintas kota Pekanbaru – Kuansing. Pada puncak tugu ini juga terdapat bola dunia yang lengkap dengan gambar petanya, dan terdapat pagar besi yang mengelilingi tugu.

4. Kepulauan Batu
Kepulauan batu terletak di sebelah barat pulau Sumatera diantara pulau Siberut dan Nias. Wilayah kepualan Batu termasuk dalam wilayah administratif kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara.  Kepualauan ini kerap manjadi tujuan wisata karena menwarakan pemandangan alam yang sangat indah. Suasana pantai yang masih sangat terjaga dan terawat menjadi daya tarik para pengunjung.

Ditengah keindahan kepulauan batu, banyak orang yang tidak mengetahui jika pulau ini merupakan kota yang dilalui garis khatulistiwa. Tidak ada tanda khusus untuk menandakan lintasan garis. Mungkin jika pemerintah dapat memadukan potensi wisata garis khatulistiwa dengan potensi wisata alam, kepualan batu akan menjadi tempat wisata yang menarik

5. Kepulauan Lingga
Tugu khatulistiwa di Lingga

Garis khatulistiwa juga melintasi kepulauan Lingga. Gugusan Pulau ini berada di timur Pulau Sumatra dan selatan Kepualaun Riau. Sama halnya dengan kepulauan batu, kepulauan ini juga menawarkan keindahan pantai yang luar biasa, namun jejak perlintasan garis khatulistiwa tidak terlihat. Garis khatulistiwa melintasi pulau utama di kepulauan yang mayoritas dihuni oleh suku melayu, bugis, dan tionghoa ini, yaitu di sebelah utara pulau Lingga.

6. Kota Pontianak
Tugu Khatulistiwa Pontianak Tahun 1990 – Sekarang

Di Indonesia, Garis Khatulistiwa sangat identik dengan kota Pontianak. Hal ini dikarenakan hanya di tempat ini lah garis khatulistiwa tepat membelah pusat ibu kota provinsi. Sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat, sektor pembangunan tentu akan lebih baik dibandingkan daerah lain. Disamping itu, Pontianak menjadikan garis khatulistiwa sebagai ikon dan ciri khas kota sehingga semakin menguatkan imej Pontianak sebagai kota khatulistiwa.

Garis khatulistiwa melintas tepat di jalan Khatulistiwa, Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Perlintasan garis ditandai dengan berdirinya sebuah tugu khatulistiwa dan taman kota yang bernama khatulistiwa park. Tugu yang dibangun belanda pada tahun 1928 ini menjadi daya tarik bagi setiap orang yang berkunjung ke Kalimantan barat.

7. Kabupaten Kutai Kartanegara
Tugu Khatulistiwa Santan Ulu

Garis khatulistiwa di Kutai Kartanegara di tandai dengan adanya tugu Khatulistiwa di Desa Santan Ulu. Berada di KM 25 Jalan Poros Bontang – Samarinda. Tugu ini diresmikan oleh Panglima ABRI Jendral TNI Faisal Tanjung pada tahun 1993. Bangunan Tugu berbentuk lingkaran memiliki tinggi sekitar 30 meter. Pada puncaknya terpasang arah mata angin dan tulisan posisi tugu yang tepat di 00′ 00’ 00′ dan 117′ 21’ 47′ Bujur Timur.

8. Sulawesi Tengah
Tugu Khatulistiwa di Sulawesi

Penanda garis khatulistiwa di Sulawesi Tengah berada di Desa Siney, Kab Parigi Moutong, 160 Km sebelah utara Palu. Adapun ditandai dengan adanya Tugu Khatulistiwa Parigi Moutong. Tugu yang dibagun tanggal 1992 ini memiliki ketinggian 7 meter.

9. Kepulauan Kayoa, Halmahera Selatan
Tugu Khatulistiwa di Kayoa

Kayoa sangat terkenal dikalangan para pelancong penggemar wisata pantai dan bawah laut. Pasalnya, pulau ini memiliki aneka ragam jenis biota laut dan terumbu karang yang sangat indah. Kepulauan ini terletak di sebelah barat pulau Halmahera dan termasuk dalah wilayah kabupaten Halmahera selatan, Maluku Utara. Garis khatulistiwa melewati pulau Kayoa induk, ditandai dengan adanya tugu khatulistiwa

10. Pulau Gebe
Gebe berada di Maluku Utara Indonesia. Terletak di ujung tenggara kaki Pulau Halmahera. Secara administratif masuk ke Kecamatan Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Secara geografis, Pulau ini berada di ujung dan berbatasan langsung dengan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.

11. Pulau Amberi
Tugu Khatulistiwa di Raja Ampat

Pulau Amberi juga sering disebut dengan pulau Waigeo. Pulau ini berada di bagian timur Indonesia, tepatnya di Papua Barat. Pulau ini merupakan bagian dari kepulauan raja ampat. Perlintasan garis khatulistiwa berada di Pulau Kawe distrik Waigeo Barat Daratan, Kabupaten Raja Ampat. Ditandai dengan adanya tugu khatulistiwa yang berdiri megah. Pulau ini sangatlah terkenal dengan kekayaan lautnya. Dengan diberdirinya tugu khatulistiwa tersebut tentu akan lebih menunjang sektor pariwisata.

Demikian beberapa daerah di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa. Semoga kita lebih dapat mengenaldan mengembangkan  kekayaan bangsa ini. Semoga bermanfaat !

Sumber foto :

kompasiana.com
inddit.com
borneochannel.com


Sabtu, 25 Februari 2017

“FENOMENA LANGIT BULAN MARET 2017”




1 Maret = Formasi Bulan, Venus, dan Mars bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 20.00 WS arah barat langit.

5 Maret = Konjungsi Bulan – Aldebaran bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 23.00 WS.

10 Maret = Konjungsi Bulan – Regulus bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 04.00 WS.

12 Maret = Fase Bulan Purnama

14 Maret = Konjugsi Bulan – Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 19.00 – 05.00 WS.

15 Maret = Formasi Unik Bulan, Jupiter, dan Spica
Ketiga objek langit ini akan membentuk formasi unik dengan membentuk pola seperti wajah manusia, apabila kita ibaratkan planet Jupiter dan bintang Spica akan menjadi kedua matanya dan Bulan yang sedang berada pada fase waning gibbous (cembung) menjadi mulutnya. Sehingga ketika diamati dari bumi akan nampak seperti wajah manusia. Formasi unik ini bisa disaksikan mulai pukul 19.00 waktu setempat arah timur langit, dimana ketiga objek tersebut baru terbit.

18 Maret  = Konjungsi Bulan - Antares bisa disaksikan mulai pukul 22.30 – 05.00 WS.

19 Maret = Konjungsi Bulan – Saturnus bisa disaksikan mulai pukul 23.00 – 05.00 WS.

21 Maret = Vernal Equinox
Matahari akan singgah di titik vernal equinox atau perpotongan garis ekliptik dan ekuator dalam pergerakannya ke utara. Karena berada di ekuator maka Matahari akan menyinari seluruh belahan bumi secara merata sehingga durasi siang dan malam akan sama di seluruh dunia. Selain itu vernal equinox menandakan datangnya musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan. Sedangkan di Indonesia akan memasuki musim kemarau.

30 Maret = Konjungsi Bulan – Mars bisa disaksikan mulai pukul 18.00 – 19.00 WS arah barat langit.

Sabtu, 24 Desember 2016

5 Fenomena Langit Tepopuler Tahun 2016



1. Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016
Tidak dipungkiri lagi fenomena gerhana matahari total 9 maret 2016 yang menjadi fenomena paling terpopuler tahun 2016 ini. Fenomena GMT tahun ini melintasi beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti kota Palembang, Tanjung Pandan, Palangka Raya, Balikpapan, Palu, dan Ternate. Selain itu juga seluruh wilayah Indonesia yang tidak dilintasi total masih bisa menyaksikan gerhana matahari sebagiannya. Masyarakat Indonesia dengan adanya fenomena GMT ini menjadi tahu bagaimana peristiwa itu sendiri terjadi yang sebelumnya hanya melihat gerhana matahari di televisi-televisi, atau buku pelajaran kini bisa tahu bagaimana proses terjadinya gerhana matahari dengan mengamatinya secara langsung peristiwa tersebut namun dengan pengamanan yang aman seperti menggunakan filter pelindung, proyeksi lubang jarum, dsb. Apalagi ditambah pemberitaan yang massif sebelum hari H dimana seluruh channel televisi akan menyiarkan langsung Gerhana Matahari Total sehingga membuat fenomena ini menjadi ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, pastinya kalian belum bisa move on dengan keindahannya silahkan lihat kembali kumpulan foto GMT 2016 dan kisah unik seseorang dalam mengamati gerhana matahari 9 maret 2016 lalu:


2. Bulan Purnama Perigee (Super Moon) 14 November 2016
Super Moon menjadi fenomena terpopoler ke-2 tahun ini, dikarenakan pada hari itu Bulan Purnama berada pada jarak terdekatnya dengan bumi ditahun 2016 ini. Bulan berjarak dengan Bumi hanya berkisar kurang lebih 350.000 km yang merupakan jarak terdekatnya sejak tahun 1948 dan akan berulang kembali jarak sedekat ini tahun 2034. Pastinya antusiasme masyarkat Indonesia waktu sungguh luar biasa bahkan dipencarian Google hingga saat ini peristiwa Supermoon menempati posisi ke-2 dalam pencarian di Google terkait peristiwa. Berikut kumpulan foto Super Moon tahun 2016 ini:


3. Konjungsi Bulan & Jupiter 9 Juli 2016
Sebenarnya peristiwa konjungsi 2 objek ini sering terjadi namun yang terjadi pada tanggal 9 Juli 2016 lalu sangat istimewa dikarenakan jarak keduanya sangat dekat dan mesra sekali bahkan jaraknya kurang dari 1 derajat. Ditambah waktu pengamatannya berada pada jam-jam prime time yang masih ramai-ramainya orang sekitar pukul 18.00 s/d 22.00 bertepatan dengan malam minggu lagi, malam paling horror bagi kaum jomblo. Banyak yang mengira objek sebelah Bulan adalah bintang padahal itu planet Jupiter. Bahkan foto yang kami posting Konjungsi Bulan & Jupiter 9 Juli 2016 mendapatkan share/bagikan terbanyak ditahun 2016 ini yakni dengan 740x share, sehingga postingan foto ini dilihat sebanyak lebih dari 100.000 pengguna facebook. Ini menandakan fenomena konjungsi ini disaksikan banyak orang waktu itu. Berikut kumpulan foto konjungsi bulan jupiter 9 Juli 2016.


4. Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016
Meskipun gerhana matahari cincin 1 september 2016 tidak melintasi wilayah Indonesia tetapi melintasi negara-negara di benua Afrika, akan tetapi beberapa provinsi di Indonesia terdampak gerhana matahari sebagian kurang dari 5%  saja. Provinsi Bengkulu, Lampung, dan seluruh Jawa selain di provinsi Jawa Timur salah satunya dimana gerhana matahari sebagian bisa disaksikan 30 menit sebelum matahari tenggelam. Berikut kami tampilkan kumpulan foto gerhana matahari cincin 1 september 2016:


5. Formasi Saturnus, Mars, dan Antares Selama 3 Bulan Maret s/d Mei
Formasi objek langit terlama ini menjadi fenomena langit yang paling menarik perhatian. Bagaimana tidak planet Saturnus dan Mars berkolaborasi dengan bintang terang pada Rasi Scorpio yakni bintang Antares dalam kurun waktu yang lama antara bulan Maret s/d Mei, ketiga objek tersebut terlihat bersama selama 3 bulan. Ditambah lagi kedua planet tersebut berada pada puncak-puncak oposisinya menjadikan ketiga objek ini menarik perhatian ketika masuk waktu malam. Ketiga objek terang tersebut saling berkolaborasi cantik setiap menjelang waktu malam bahkan 2x membentuk formasi segitiga sama kaki yang saling bergantian posisi antara Mars dan Saturnus. Berikut foto Konjungsi Saturnus, Mars, dan Antares.

Trio Konjungsi Mars, Saturnus, dan Antares